JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim menilai
pendidikan Indonesia sudah sangat membosankan. Karena itu, ia menganggap
sudah tepat waktunya untuk mengevaluasi dan mengubah kurikulum
pendidikan nasional.
"Selama ini pendidikan kita membosankan.
Indikator sederhananya, anak-anak gembira jika gurunya tidak datang. Itu
karena pola pendidikan kita masih memberatkan anak," kata Musliar dalam
jumpa pers Internalisasi Nilai dalam Rangka Gerakan Nasional
Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan" di Gedung Kemendikbud,
Jakarta, Kamis (27/9/2012) petang.
Oleh karena itu, kata Musliar,
pemerintah terus mengevalusi dan mematangkan rencana perombakan
kurikulum pendidikan nasional secara menyeluruh. Meski masih
berlangsung, ia berani mengatakan kurikulum pendidikan nasional yang
baru akan selesai dibahas dan mulai berlaku pada tahun ajaran 2013-2014.
"Kita belum launching karena kita sedang libatkan banyak orang dan tokoh pendidikan di dalamnya," ujar mantan Rektor Universitas Andalas ini.
Kurikulum
pendidikan nasional yang baru akan mulai diujikan kepada publik sebelum
Februari 2013. Setelah itu, kurikulum tersebut akan diberlakukan mulai
dari tingkat pendidikan dasar sampai jenjang pendidikan tinggi.
No comments:
Post a Comment